August 20, 2026

Pakaian Terlalu Lama di Keranjang? Begini Cara Mencucinya agar Kembali Segar

Home » Blogs » Pakaian Terlalu Lama di Keranjang? Begini Cara Mencucinya agar Kembali Segar

Pakaian Terlalu Lama di Keranjang? Begini Cara Mencucinya agar Kembali Segar

by : 
faris
Cara mencuci pakaian yang terlalu lama di keranjang cucian

Pernah membuka keranjang cucian lalu menemukan pakaian yang sudah menumpuk selama berhari-hari? Biasanya masalahnya bukan cuma jumlah pakaian yang banyak, tetapi juga munculnya bau apek, noda yang semakin sulit hilang, bahkan rasa malas untuk mulai mencucinya.

Pakaian yang terlalu lama berada di keranjang memang membutuhkan sedikit perhatian ekstra. Namun, tidak perlu langsung membuangnya atau mencucinya berulang kali. Dengan cara yang tepat, pakaian bisa kembali bersih, segar, dan nyaman dipakai.

Kenapa Pakaian Lama di Keranjang Bisa Bau?

Pakaian bekas pakai masih menyimpan keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, dan sisa produk seperti deodoran. Ketika pakaian tersebut dibiarkan menumpuk dalam kondisi lembap dan minim sirkulasi udara, bakteri lebih mudah berkembang.

Inilah yang menyebabkan pakaian mengeluarkan bau apek atau bau tidak sedap. Bahkan setelah dicuci, terkadang aromanya masih tertinggal jika proses pencucian kurang tepat.

Karena itu, jangan sekadar menambahkan lebih banyak deterjen. Yang dibutuhkan adalah proses pencucian yang benar.

1. Pisahkan Pakaian Terlebih Dahulu

Sebelum memasukkan semuanya ke mesin cuci, luangkan waktu untuk memilah pakaian. Pisahkan pakaian putih, pakaian berwarna, bahan yang mudah luntur, dan pakaian dengan bahan khusus.

Periksa juga kantong celana dan jaket. Siapa tahu masih ada tisu, uang, atau benda kecil yang tertinggal.

Pakaian yang sangat bau sebaiknya juga dipisahkan agar tidak membuat pakaian lain ikut menyerap aroma tidak sedap.

2. Jangan Langsung Menumpuknya di Mesin Cuci

Jika pakaian sudah lama berada di keranjang dan terasa lembap, jangan langsung memasukkan seluruhnya ke mesin cuci dalam satu waktu.

Berikan kesempatan pakaian untuk diangin-anginkan terlebih dahulu. Gantung atau bentangkan pakaian di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik selama beberapa waktu.

Langkah sederhana ini membantu mengurangi kelembapan dan bau sebelum proses pencucian dimulai.

3. Gunakan Deterjen Secukupnya

Kesalahan yang sering dilakukan ketika mencuci pakaian yang sangat bau adalah menggunakan deterjen terlalu banyak. Padahal, lebih banyak deterjen tidak selalu berarti pakaian menjadi lebih bersih.

Sisa deterjen justru bisa tertinggal pada serat kain dan membuat pakaian terasa kurang segar.

Gunakan deterjen sesuai petunjuk produk dan sesuaikan dengan jumlah pakaian serta tingkat kotornya. Pastikan juga mesin cuci tidak terlalu penuh agar air dan deterjen dapat menjangkau seluruh bagian pakaian.

4. Rendam Jika Bau Sudah Terlalu Menempel

Untuk pakaian yang sudah mengeluarkan bau apek cukup kuat, proses perendaman bisa membantu.

Gunakan air dan produk perawatan pakaian yang sesuai dengan jenis kain. Ikuti petunjuk pada label pakaian maupun produk yang digunakan, terutama untuk pakaian berwarna atau berbahan sensitif.

Hindari mencampurkan berbagai bahan pembersih secara sembarangan. Setelah direndam sesuai petunjuk, lanjutkan dengan proses pencucian seperti biasa.

5. Pilih Suhu Air yang Sesuai

Air dengan suhu tertentu dapat membantu proses pencucian, tetapi tidak semua pakaian cocok dicuci menggunakan air panas.

Selalu periksa label perawatan pakaian sebelum memilih suhu. Untuk pakaian sehari-hari yang aman dicuci dengan air biasa, pencucian menggunakan suhu normal sudah cukup selama deterjen, durasi, dan proses pembilasan dilakukan dengan baik.

6. Jangan Lupa Membilas dengan Baik

Setelah proses pencucian selesai, pastikan pakaian benar-benar terbilas. Sisa deterjen atau kotoran yang tertinggal dapat membuat pakaian terasa kurang nyaman dan berpotensi menimbulkan aroma tidak segar.

Jika mesin cuci memiliki pilihan extra rinse atau pembilasan tambahan, fitur tersebut dapat digunakan terutama ketika mencuci pakaian dalam jumlah banyak.

7. Segera Jemur Setelah Dicuci

Ini bagian yang sering dianggap sepele. Jangan membiarkan pakaian yang sudah selesai dicuci terlalu lama berada di dalam mesin.

Segera keluarkan pakaian dan jemur di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Pastikan pakaian terbentang dengan baik agar udara dapat mengenai seluruh permukaan kain.

Pakaian yang dibiarkan basah terlalu lama justru bisa kembali berbau meskipun sebelumnya sudah dicuci.

Bagaimana Jika Bau Apek Masih Tersisa?

Jika setelah dicuci pakaian masih berbau, jangan buru-buru menggunakan lebih banyak pewangi. Coba cari penyebabnya.

Bisa jadi pakaian masih terlalu lembap, mesin cuci perlu dibersihkan, atau pakaian memang sudah menyimpan bau cukup lama. Bersihkan tabung dan bagian mesin cuci secara berkala agar tidak menjadi sumber bau yang berpindah ke pakaian.

Untuk pakaian yang tetap berbau setelah beberapa kali pencucian atau memiliki noda membandel, layanan laundry profesional juga bisa menjadi pilihan praktis.

Jika tumpukan pakaian sudah terlalu banyak atau membutuhkan penanganan khusus, Anda juga bisa mempercayakannya kepada Falisha Laundry agar pakaian kembali bersih, segar, dan siap digunakan tanpa perlu repot mencucinya sendiri.

Jangan Biarkan Keranjang Cucian Menjadi “Tempat Penyimpanan”

Pada akhirnya, cara terbaik mencegah pakaian berbau adalah tidak membiarkannya terlalu lama di keranjang. Usahakan mencuci pakaian secara rutin dan jangan memasukkan pakaian yang masih sangat basah ke dalam keranjang tertutup.

Keranjang dengan ventilasi juga lebih baik karena membantu sirkulasi udara.

Mencuci pakaian yang sudah terlalu lama menumpuk memang membutuhkan sedikit usaha tambahan. Namun dengan memilah pakaian, mengurangi kelembapan, menggunakan deterjen secukupnya, membilas dengan baik, dan segera menjemurnya, pakaian lama di keranjang tetap bisa kembali bersih dan segar.

Jadi, kalau keranjang cucian di rumah sudah mulai penuh, mungkin ini saatnya berhenti menunda dan mulai mencucinya satu per satu!

Laundry Express Jogja
2016-2024 © Expressnesia Group
Butuh bantuan? Chat saja.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram