
Pernah beli baju baru, lalu langsung dipakai karena rasanya masih bersih dan wangi? Tunggu dulu. Meski terlihat bersih, pakaian yang baru dibeli sebenarnya belum tentu siap langsung masuk lemari, apalagi langsung dipakai.
Pertanyaannya, pakaian dari toko sebaiknya dicuci terpisah atau boleh dicampur dengan pakaian lain? Jawabannya ternyata tidak sesederhana “harus terpisah” atau “boleh dicampur”. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari warna, bahan, sampai kondisi pakaian tersebut.
Kenapa Pakaian Baru Sebaiknya Dicuci Dulu?
Pakaian yang baru dibeli sudah melewati beberapa proses sebelum sampai ke tangan kita. Mulai dari produksi, pengemasan, pengiriman, hingga dipajang di toko.
Selain itu, pakaian yang dipajang di toko bisa saja sudah disentuh, dicoba, atau terkena debu selama proses penyimpanan dan display. Bahkan pakaian yang masih memiliki label dan terlihat sangat rapi bukan berarti bebas dari sisa bahan produksi.
Karena itu, mencuci pakaian sebelum pertama kali digunakan merupakan kebiasaan yang cukup baik. Tujuannya bukan hanya membuat pakaian lebih segar, tetapi juga membantu menghilangkan debu, kotoran, dan residu yang mungkin masih menempel pada kain.
Jadi, Haruskah Dicuci Terpisah?
Tidak selalu. Pakaian baru sebenarnya boleh dicuci bersama pakaian lain selama kondisi dan karakteristiknya sesuai.
Misalnya, kamu membeli kaus berwarna hitam dan sudah pernah mencuci pakaian hitam lainnya. Jika kaus tersebut tidak mudah luntur dan bahan perawatannya sama, mencampurnya mungkin tidak menjadi masalah.
Namun, untuk pakaian baru yang warnanya belum diketahui mudah luntur atau tidak, mencucinya secara terpisah pada pencucian pertama bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Terutama untuk warna seperti merah, biru tua, hitam, hijau tua, atau warna-warna pekat lainnya.
Pakaian Baru Berwarna Pekat? Jangan Langsung Dicampur
Ini salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi.
Pakaian baru berwarna pekat dapat mengeluarkan sebagian pewarna saat pertama kali dicuci. Jika langsung dicampur dengan pakaian putih atau warna terang, pewarna tersebut berpotensi menempel pada pakaian lain.
Hasilnya? Kaus putih yang tadinya bersih bisa berubah menjadi abu-abu, kebiruan, atau bahkan memiliki noda warna yang sulit dihilangkan.
Untuk menghindari kejadian seperti ini, pisahkan pakaian baru berdasarkan warna pada pencucian pertama. Setelah mengetahui bahwa warnanya tidak mudah luntur, barulah kamu bisa mempertimbangkan untuk mencampurnya dengan pakaian lain yang memiliki warna serupa.
Bagaimana dengan Pakaian yang Baru Dibeli di Toko?
Tidak semua pakaian dari toko memiliki kondisi yang sama.
Pakaian yang masih berada dalam kemasan mungkin memiliki risiko terkena debu atau kotoran yang berbeda dengan pakaian yang sudah lama dipajang. Sementara itu, pakaian yang dipajang terbuka atau sering dicoba oleh pelanggan sebaiknya mendapat perhatian lebih sebelum digunakan.
Bukan berarti pakaian tersebut pasti kotor atau berbahaya. Hanya saja, mencucinya terlebih dahulu merupakan langkah sederhana untuk menjaga kebersihan pakaian sebelum menyentuh kulit.
Jangan Hanya Pisahkan Berdasarkan Warna
Selain warna, bahan pakaian juga perlu diperhatikan.
Pakaian berbahan lembut, pakaian rajut, pakaian dalam, atau kain yang membutuhkan perawatan khusus sebaiknya tidak sembarangan dicampur dengan pakaian tebal dan kasar.
Bayangkan mencuci sweater lembut bersama celana berbahan denim dan beberapa pakaian dengan ritsleting. Gesekan selama proses pencucian bisa membuat bahan yang lebih sensitif cepat berbulu, tertarik, atau rusak.
Jadi, sebelum memasukkan pakaian baru ke mesin cuci, cek dulu label perawatannya.
Cara Aman Mencuci Pakaian Baru
Supaya lebih praktis, kamu bisa mengikuti langkah sederhana berikut:
- Periksa label perawatan. Lihat petunjuk suhu air, cara mencuci, dan larangan penggunaan pemutih.
- Pisahkan warna terang dan gelap. Terutama pada pencucian pertama.
- Cuci pakaian baru berwarna pekat secara terpisah jika kamu belum tahu apakah warnanya mudah luntur.
- Pisahkan bahan yang sensitif dari pakaian kasar atau berat.
- Gunakan deterjen secukupnya. Terlalu banyak deterjen bukan berarti pakaian akan semakin bersih.
- Jangan terlalu penuh mengisi mesin cuci. Pakaian membutuhkan ruang agar bisa bergerak dan tercuci dengan baik.
- Keringkan sesuai jenis bahan. Beberapa pakaian sebaiknya tidak dijemur di bawah sinar matahari langsung terlalu lama.
Kalau Sudah Dicuci Sekali, Boleh Dicampur?
Boleh, selama warna tidak luntur dan bahan pakaian memang cocok dicuci bersama.
Misalnya, setelah pencucian pertama kamu mengetahui bahwa kaus hitam tersebut tidak mengeluarkan banyak warna, kamu bisa mencucinya bersama pakaian hitam lainnya.
Intinya, jangan hanya berpikir “pakaian baru atau lama”, tetapi lihat juga warna, bahan, tingkat kekotoran, dan petunjuk perawatannya.
Kalau tidak sempat mencuci sendiri, Falisha Laundry bisa menjadi pilihan praktis untuk membantu menangani pakaian sehari-hari sesuai jenis dan bahannya.
Jadi, pakaian dari toko sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Untuk pencucian pertama, memisahkannya dari pakaian lain merupakan pilihan yang lebih aman, terutama jika pakaian memiliki warna pekat atau kamu belum tahu apakah warnanya mudah luntur.
Setelah itu, pakaian bisa dicampur dengan cucian lain jika karakteristiknya memang sesuai. Dengan sedikit perhatian di awal, pakaian baru tidak hanya terasa lebih segar, tetapi juga lebih terjaga warna dan kondisinya.
Kalau cucian mulai menumpuk atau ada pakaian yang membutuhkan perawatan khusus, menggunakan jasa laundry juga bisa menjadi pilihan praktis. Yang penting, pakaian tetap ditangani sesuai bahan dan karakteristiknya agar tidak sekadar bersih, tetapi juga tetap nyaman dan awet.

