
Sprei itu kelihatannya sepele, tapi perannya besar banget buat kualitas tidur. Bayangin habis capek seharian, rebahan di kasur, eh… spreinya kasar, bau apek, atau malah bikin gatal. Mood langsung turun, kan?
Padahal, masalahnya sering bukan di kualitas spreinya, tapi cara mencucinya yang kurang tepat. Nah, biar sprei kamu tetap lembut, wangi, dan nyaman dipakai setiap malam, yuk ikuti cara cuci sprei yang benar berikut ini.
1. Jangan Tunggu Terlalu Kotor Baru Dicuci
Banyak orang baru cuci sprei kalau sudah kelihatan kusam atau bau. Padahal, sprei itu tiap malam menyerap:
- keringat
- minyak tubuh
- debu dan sel kulit mati
Idealnya, sprei dicuci 1 minggu sekali. Kalau kamu gampang berkeringat atau punya alergi, bisa lebih sering. Semakin rutin dicuci, justru sprei lebih mudah dibersihkan dan tetap lembut.
2. Pisahkan Sprei dari Pakaian Lain
Ini kesalahan klasik: sprei dicampur dengan jeans, handuk, atau baju kasar lainnya. Akibatnya?
- serat sprei cepat rusak
- permukaan jadi kasar
- warna lebih cepat pudar
Sprei sebaiknya dicuci terpisah atau setidaknya dengan bahan yang sama-sama lembut.
3. Gunakan Deterjen Secukupnya, Jangan Kebanyakan
Lebih banyak deterjen bukan berarti lebih bersih. Justru sisa deterjen yang menumpuk di serat kain bisa bikin sprei:
- terasa kaku
- kurang nyaman di kulit
- cepat bau meski baru dicuci
Gunakan deterjen cair atau deterjen khusus kain lembut, dan pakai sesuai takaran ya.
4. Hindari Merendam Sprei Terlalu Lama
Merendam sprei boleh, tapi jangan kelamaan. Cukup 10–15 menit saja. Kalau terlalu lama:
- warna bisa pudar
- serat kain melemah
- sprei jadi gampang kusut
Kalau ada noda bandel, fokuskan pre-treatment di bagian noda saja, bukan seluruh sprei direndam berjam-jam.
5. Pilih Mode Cuci yang Lembut
Kalau pakai mesin cuci, pilih mode gentle atau delicate. Putaran yang terlalu kencang bisa bikin sprei:
- cepat berbulu
- melar di bagian karet
- jadi terasa kasar
Air dingin atau air hangat suam-suam kuku adalah pilihan paling aman.
6. Bilas Sampai Benar-Benar Bersih
Ini penting tapi sering disepelekan. Sisa deterjen yang tidak terbilas sempurna bikin sprei:
- licin aneh saat dipakai
- gampang bau
- bikin kulit sensitif jadi gatal
Kalau perlu, lakukan bilas tambahan agar sprei benar-benar bersih.
7. Jemur di Tempat Teduh dan Berangin
Menjemur sprei langsung di bawah matahari terik bisa bikin:
- warna cepat pudar
- kain jadi kaku
Sebaiknya jemur di tempat yang cukup angin dan teduh. Balik sprei saat menjemur supaya kering merata dan tetap lembut.
8. Pewangi Boleh, Asal Jangan Berlebihan
Pewangi memang bikin sprei wangi, tapi kebanyakan justru bisa bikin:
- serat kain tertutup residu
- aroma cepat hilang
- kain jadi licin dan kurang nyaman
Gunakan pewangi secukupnya, atau pilih deterjen yang sudah mengandung softener ringan.
9. Lipat & Simpan Saat Benar-Benar Kering
Sprei yang masih sedikit lembap lalu dilipat akan jadi sumber bau apek. Pastikan sprei:
- benar-benar kering
- dingin setelah dijemur
- disimpan di lemari kering
Tambahkan pengharum lemari agar wangi tahan lama.
Sprei yang lembut dan wangi bukan soal mahal atau tidaknya, tapi cara merawatnya. Dengan mencuci rutin, deterjen secukupnya, mode cuci lembut, dan penjemuran yang tepat, sprei kamu bisa tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang.
Kalau kamu ingin sprei terasa lembut ala hotel tanpa ribet, serahkan saja ke laundry profesional seperti Falisha laundry. Tinggal pakai, tidur pun makin nyenyak.

