December 6, 2025

Cara Cuci Selimut Saat Musim Hujan Biar Tidak Bau

Home » Blogs » Cara Cuci Selimut Saat Musim Hujan Biar Tidak Bau

Cara Cuci Selimut Saat Musim Hujan Biar Tidak Bau

falishalaundryjogja.com
December 6, 2025
by : 
faris
Cara cuci selimut saat musim hujan

Musim hujan itu identik dengan suasana cozy, minum yang hangat, tapi… juga identik dengan cucian yang nggak kering-kering. Dan kalau sudah bicara soal selimut, wah, ini tantangan yang sering bikin kesel. Salah cuci sedikit saja, selimut bisa jadi bau apek, lembap, bahkan berjamur.

Tapi tenang, ada cara simpel dan aman supaya selimut tetap bersih, cepat kering, dan pastinya bebas bau meskipun cuacanya galak.

1. Pisahkan Selimut Sesuai Bahan (Biar Nggak Cepat Rusak)

Nggak semua selimut itu sama, lho. Ada yang bahannya tebal, fleece, wol, katun, sampai quilted.
Di musim hujan, pemilahan ini penting banget supaya proses cuci dan keringnya lebih efektif.

Tips cepat:

  • Fleece / flannel: butuh air dingin, siklus lembut.
  • Katun / bed cover tipis: aman di mesin cuci, putaran sedang.
  • Wol / quilt premium: lebih baik dicuci manual atau laundry profesional.

Kalau kamu asal masukin semuanya ke mesin cuci dengan mode yang sama, risiko selimut jadi lembap lebih tinggi.

2. Rendam Dengan Air Hangat + Detergen Cair

Selimut yang tebal itu suka menyimpan kotoran lebih banyak. Merendamnya 15–20 menit bisa bantu mengangkat noda lebih cepat.

Kenapa harus detergen cair?
Karena detergen bubuk sering meninggalkan residu yang bikin bau nggak enak, apalagi di musim hujan.

Tambahkan sedikit pewangi atau laundry sanitizer supaya hasilnya makin segar.

3. Hindari Putaran Terlalu Kencang (Bikin Serat Cepat Rusak)

Waktu mencuci di mesin, jangan pakai spin yang terlalu tinggi.
Putaran cepat memang bikin selimut lebih “kering”, tapi efek sampingnya serat bisa ketarik dan rusak.

Pilih:

  • Putaran sedang, atau
  • Mode selimut / bulky, kalau mesin kamu punya pilihan itu.

Hasilnya akan jauh lebih aman buat kain dan masih efektif menurunkan kadar air.

4. Wajib Pakai Pengering atau Kipas (Jangan Jemur Biasa!)

Nah, ini poin paling penting di musim hujan. Menjemur selimut tanpa bantuan apa-apa hampir dipastikan bikin dia bau. Cuacanya lembap, anginnya kecil, matahari ngumpet.

Supaya selimut cepat kering dan tidak menimbulkan bau:

  • Gunakan pengering mesin cuci meskipun hanya 10–15 menit.
  • Setelah itu, lanjutkan dengan kipas angin atau angin dari jendela.
  • Jemur di ruangan yang paling banyak sirkulasi udara.

Kalau punya dehumidifier, itu bonus banget. Selimut bisa kering 2× lebih cepat.

5. Jemur Dalam Posisi Terbuka Lebar

Salah satu penyebab selimut bau adalah penjemuran yang menumpuk atau terlipat.
Pastikan selimut dibentangkan seluas mungkin, jangan dilipat dua.

Cara paling efektif:

  • Gantungkan pada tiang panjang atau tali jemuran kuat.
  • Pastikan udara bisa masuk dari dua sisi.
  • Balik selimut setiap 1–2 jam biar kedua sisi sama-sama kering.

6. Tambahkan Trik Anti Bau Apek

Kalau kamu ingin hasil yang lebih maksimal, cobain cara ini:

  • Semprotkan fabric refresher ringan setelah selimut setengah kering.
  • Taburkan baking soda tipis (khusus untuk selimut katun dan fleece), diamkan 15 menit, lalu kibas.
  • Pastikan benar-benar kering 100% sebelum disimpan.

Selimut yang tidak benar-benar kering cuma butuh 1 malam untuk mulai bau apek. Jadi jangan buru-buru dilipat.

7. Kapan Waktu Tepat Cuci Selimut Saat Musim Hujan?

Kalau memungkinkan, cuci selimut pagi hari.
Semakin cepat kamu mulai, semakin besar kemungkinan selimut kering sebelum malam.

Hindari mencuci di:

  • Malam hari
  • Saat cuaca sangat lembap
  • Ruangan tanpa ventilasi

Percayalah, ini bedanya besar banget!

Cuci selimut saat musim hujan memang agak tricky, tapi bukan berarti mustahil. Dengan teknik yang benar—mulai dari pemilahan, teknik mencuci, penggunaan pengering, sampai cara menjemurnya—selimut bisa tetap harum, bersih, dan bebas bau apek.

Jadi kalau cuaca di luar lagi galau, kamu tetap bisa tidur nyenyak dengan selimut yang fresh dan nyaman.

Laundry Express Jogja
2016-2024 © Expressnesia Group
Butuh bantuan? Chat saja.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram