July 14, 2025

Jangan Dicampur! Ini 7 Kombinasi Bahan Pakaian yang Bisa Bikin Rusak

Home » Blogs » Jangan Dicampur! Ini 7 Kombinasi Bahan Pakaian yang Bisa Bikin Rusak

Jangan Dicampur! Ini 7 Kombinasi Bahan Pakaian yang Bisa Bikin Rusak

by : 
faris
Jangan Dicampur! Ini 7 Kombinasi Bahan Pakaian yang Bisa Bikin Rusak

Pernah ngalamin kejadian nyuci satu tumpuk baju, tapi hasilnya malah zonk? Baju jadi melar, ada yang berbulu, atau malah warnanya jadi aneh kayak kena kutukan? Bisa jadi itu karena kamu asal campur jenis bahan waktu mencuci. Yup, bukan cuma soal warna aja yang harus dipisah, tapi juga jenis kainnya!

Biar kamu nggak mengalami tragedi cucian rusak lagi, yuk kenali 7 kombinasi bahan pakaian yang nggak boleh dicampur saat dicuci. Ini bukan lebay ya, tapi emang penting banget kalau kamu sayang sama baju-baju kesayanganmu.

1. Katun vs Bahan Wol

Katun emang bahan yang kuat dan gampang dicuci. Tapi jangan sampai dicampur dengan bahan wol! Kenapa? Karena wol itu lembut dan sensitif. Kalau dicuci bareng katun (yang biasanya lebih berat dan kasar saat basah), bisa-bisa wolnya jadi berbulu, melar, bahkan rusak teksturnya.
Tips: Cuci wol pakai air dingin dan secara manual (atau pakai mode delicate di mesin cuci).

2. Denim vs Pakaian Tipis

Denim alias bahan jeans itu tangguh, tapi juga berat dan kasar. Kalau kamu asal campur dengan bahan-bahan lembut kayak chiffon atau viscose, siap-siap deh baju tipismu robek atau pudar karena gesekan.
Tips: Cuci denim secara terpisah dan jangan terlalu sering, karena warnanya bisa luntur.

3. Handuk vs Pakaian Berbahan Halus

Handuk itu penyerap air dan punya tekstur kasar. Kalau dicuci bareng pakaian berbahan lembut kayak satin atau rayon, akibatnya bisa fatal: muncul serat-serat kecil (pilling) di baju halusmu!
Tips: Pisahkan handuk dan pakaian halus. Selain lebih aman, handuk juga butuh pengeringan ekstra.

4. Pakaian Dalam vs Pakaian Kasual

Baju dalam (terutama yang berbahan renda, spandeks, atau lace) butuh perhatian khusus. Kalau dicampur dengan jeans atau kaus, bisa-bisa jadi rusak atau benangnya ketarik.
Tips: Cuci baju dalam dengan kantong laundry (mesh bag) dan pisahkan dari cucian berat.

5. Kaos Kaki vs Baju Putih

Ini sering dianggap sepele, tapi bisa berujung bencana. Kaos kaki—apalagi yang gelap—bisa luntur dan menodai baju putih. Belum lagi kuman dan bakteri yang bisa menempel ke pakaian lain.
Tips: Cuci kaos kaki secara terpisah, terutama kalau kamu abis pakai seharian.

6. Pakaian Olahraga vs Pakaian Sehari-hari

Baju olahraga biasanya mengandung bahan khusus seperti dri-fit atau polyester. Kalau dicuci bareng baju biasa, bahan ini bisa cepat aus dan kehilangan elastisitasnya.
Tips: Gunakan deterjen ringan dan air dingin untuk mencuci baju olahraga, dan hindari pengering panas.

7. Baju Beraksen (Payet, Kancing Besar) vs Bahan Lembut

Punya baju yang bling-bling atau banyak kancingnya? Jangan digabung sama bahan halus. Bisa jadi baju halusnya tersangkut, robek, atau ketarik benangnya gara-gara gesekan.
Tips: Cuci baju beraksen secara manual atau gunakan laundry bag khusus.

Kadang kita mikir, “Ah, biar cepet aja cuci bareng semua.” Padahal, mencuci itu ada seninya. Asal campur bisa bikin baju rusak, luntur, bahkan bentuknya jadi aneh. Lebih baik luangkan waktu sedikit buat sortir cucian: pisahkan berdasarkan warna, bahan, dan jenisnya.

Kalau kamu tipe orang yang pengin praktis dan nggak sempat mikirin semua ini, pakai jasa laundry profesional seperti Falisha laundry bisa jadi solusi. Mereka tahu betul cara memperlakukan setiap jenis bahan dengan benar—jadi baju kamu aman, wangi, dan tetap awet!

Mau baju kamu tetap kece dan tahan lama? Jangan cuek soal cara nyuci. Ingat, merawat pakaian itu bagian dari self-care juga, lho!

Laundry Express Jogja
2016-2024 © Expressnesia Group
Butuh bantuan? Chat saja.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram